NUZULUL QUR'AN

 

NUZULUL QUR’AN

 


1.     1. Pengertian

Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Jabal Nur. Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan 610 M. Sampai sekarang, Al-Qur’an berperan sebagai pedoman hidup dan landasan hukum agama Islam.

Secara bahasa, Nuzulul Qur’an berasal dari kata nazzala-yunazzilu-tanzilan yang artinya turun secara berangsur-angsur dan kata anzala-yunzilu-inzalan yang bermakna denotatif "menurunkan." Sedangkan secara terminologi yang dimaksud dengan Nuzulul Qur'an adalah cara dan fase turunnya Al Qur'an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

2.     2. Sejarah

Al-Qur’an pertama kali diturunkan di Gua Hira, sebelah utara Mekkah, pada malam ke 17 Ramadhan. Dasar dari peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan adalah tafsiran dari Surah Al-Anfal ayat 41. Ayat Al-Qur’an pertama yang diturunkan kepada Nabi adalah surah Al-Alaq ayat 1-5. Hari itu, pada 17 Ramadhan 610 M, Nabi Muhammad SAW yang berusia 40 tahun sedang menyendiri di Gua Hira. Tiba-tiba sosok asing dan besar menghampirinya. Sosok tersebut adalah Malaikat Jibril. Tubuh Rasulullah SAW bergetar karena terkejut dan ketakutan dengan kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun memeluk Rasulullah yang gemetar kemudian mengucapkan kata "Iqra’" sebanyak tiga kali. Kata "iqra" ini memiliki makna "bacalah". Rasulullah yang ketakutan pun menjawab "Aku belum mengenal bacaan,". Kemudian, Malaikat Jibril pun melanjutkan perkataannya dengan ayat Al-Alaq 1-5 yang berbunyi:

 


Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (Q.S. Al Alaq 96 : 1-5)

 

Surah Al-Alaq ini pun menjadi wahyu pertama sekaligus surah pertama di dalam Al-Quran yang disampaikan kepada Rasulullah SAW.

Proses turunnya Al Quran sendiri dibagi menjadi dua tahap, yakni:

- Al Quran diturunkan secara lengkap di malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfudz ke langit dunia.

- Al Quran diturunkan ke Nabi Muhammad secara bertahap atau berangsur-angsur  selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.

Turunnya Al Quran dibagi lagi ke dalam dua periode, yakni periode Mekkah, yang disebut ayat Makkiyah dan periode Madinah yang dikenal dengan ayat Madaniyah.

Selama periode Mekkah, pada umumnya ayat yang diturunkan berisi tentang akidah (paham terkait keimanan) dan tauhid (dasar ajaran agama Islam). Pada periode ini, terdapat 86 surah yang diturunkan selama 12 tahun lima bulan. Sedangkan ayat yang turun di Madinah umumnya berkaitan dengan muamalat (hubungan manusia sebagai makhluk sosial), syariat (aturan dalam kehidupan Islam), dan hukum Islam.

Pada periode setelah hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah, terdapat 28 surah yang diturunkan selama sembilan tahun sembilan bulan. Ayat terakhir Al Quran yang turun adalah Surah Al-Maidah ayat ke-5.

3. Keistimewaan

Malam Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadhan memiliki lima keistimewaan, yang menunjukkan bahwa malam Nuzulul Quran lebih istimewa dibandingkan malam-malam lain, kelima keistimewaan tersebut ialah:

1. Lebih Baik dari Malam 1000 Bulan

Malam Nuzulul Quran disebut lebih baik daripada malam-malam selama seribu bulan. Maksudnya, mengerjakan amalan atau beribadah di malam Nuzulul Quran nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu malam. Hal ini disebutkan di dalam Al-Quran melalui Surah Qadr ayat 3 yang berbunyi:



Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan," (Q.S. Al-Qadr 97 : 3)

2. Malam Penuh Keberkahan

Malam diturunkannya Al-Quran ke bumi, yaitu pada tanggal 17 Ramadhan disebut sebagai malam yang penuh dengan berkah. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT di dalam Al-Quran Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang berbunyi:



Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan," (Q.S. Ad-Dukhan 44 : 3)

3. Malaikat Turun ke Bumi

Malam Nuzulul Quran disebut sebagai malam yang istimewa salah satunya karena para malaikat turun ke bumi, termasuk Malaikat Jibril. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 4 yang berbunyi:



Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan," (Q.S. Al-Qadr 97 : 4)

4. Diampuni Dosa-dosanya

Bagi mereka yang menghidupkan malam Nuzulul Quran akan diampuni dosa-dosanya Allah SWT. Maksud dari menghidupkan adalah melakukan ibadah ataupun amalan-amalan dengan mengharap ampunan-Nya seperti yang diriwayatkan Bukhari.

Artinya: "Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni," (HR Bukhari).

5. Takdir Tahunan Dicatat

Keistimewaan malam Nuzulul Quran lainnya adalah dicatatnya takdir tahunan kita. Takdir yang dimaksud meliputi rezeki, untung, mati, dan lain sebagainya. Dengan memperbanyak amalan dan ibadah di malam Nuzulul Quran, diharapkan mendapatkan takdir tahunan yang penuh keberkahan. Firman Allah SWT dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4 yang berbunyi: 



Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah," (Q.S. Ad-Dukhan 44 : 4)

Itulah penjelasan singkat mengenai peristiwa dan keistimewaan Nuzulul Qur'an.



Nama        : M.Azra Lilam Putra

NPM         : 24111013

Kelas         : SS 24 A

Komentar